Rabu, 29 Agustus 2012

Jejak Perahu Masa Sriwijaya (Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari part 17)



Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari", bagian 15. Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang jejak-jejak perahu peninggalan masa Sriwijaya yang masih dapat ditemukan dibeberapa daerah di Sumatera Selatan.  Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas

Senin, 13 Agustus 2012

Sriwijaya dan Agama Budha (Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari part 16)


Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari", bagian 15. Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang kaitan antara Sriwijaya dan Agama Budha  Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas



Jumat, 10 Agustus 2012

Petaka Di Bumi Seribu Candi (bagian 4)


Petaka Di Bumi Seribu Candi (bagian 4) merupakan sebuah liputan tentang kawasan situs percandian muarajambi yang dilakukan oleh Tempo TV. Liputan ini ditampilkan dalam sebuah program acara Tempo TV yang dinamakan Asia Calling yang merupakan sebuah program dengan liputan yang menyajikan peristiwa di Asia. Mengangkat isu sehari-hari dan gaya hidup masyarakatnya. Menampilkan liputan komprehensif karya kontributor di berbagai negara di Asia.
Dalam liputannya di Kawasan Percandian Muarajambi berusaha mengangkat tema tentang sejarah dan dialektika pelestarian kawasan percandian muarajambi yang telah diusulkan sebagai daftar tunggu warisan dunia, terancam oleh keberadaan stockpile batu bara yang berada dalam wilayah kawasan percandian muarajambi. bagaimana liputannya, mari kita saksikan melalui video berikut ini.



Petaka Di Bumi Seribu Candi (Bagian 2 dan 3)



Petaka Di Bumi Seribu Candi (bagian 2 dan 3) merupakan sebuah liputan tentang kawasan situs percandian muarajambi yang dilakukan oleh Tempo TV. Liputan ini ditampilkan dalam sebuah program acara Tempo TV yang dinamakan Asia Calling yang merupakan sebuah program dengan liputan yang menyajikan peristiwa di Asia. Mengangkat isu sehari-hari dan gaya hidup masyarakatnya. Menampilkan liputan komprehensif karya kontributor di berbagai negara di Asia.
Dalam liputannya di Kawasan Percandian Muarajambi berusaha mengangkat tema tentang sejarah dan dialektika pelestarian kawasan percandian muarajambi yang telah diusulkan sebagai daftar tunggu warisan dunia, terancam oleh keberadaan stockpile batu bara yang berada dalam wilayah kawasan percandian muarajambi. bagaimana liputannya, mari kita saksikan melalui video berikut ini.



Kamis, 09 Agustus 2012

Petaka Di Bumi Seribu Candi ( Bagian 1)


Petaka Di Bumi Seribu Candi (bagian 1) merupakan sebuah liputan tentang kawasan situs percandian muarajambi yang dilakukan oleh Tempo TV. Liputan ini ditampilkan dalam sebuah program acara Tempo TV yang dinamakan Asia Calling yang merupakan sebuah program dengan liputan yang menyajikan peristiwa di Asia. Mengangkat isu sehari-hari dan gaya hidup masyarakatnya. Menampilkan liputan komprehensif karya kontributor di berbagai negara di Asia.
Dalam liputannya di Kawasan Percandian Muarajambi berusaha mengangkat tema tentang sejarah dan dialektika pelestarian kawasan percandian muarajambi yang telah diusulkan sebagai daftar tunggu warisan dunia, terancam oleh keberadaan stockpile batu bara yang berada dalam wilayah kawasan percandian muarajambi. bagaimana liputannya, mari kita saksikan melalui video berikut ini.


Rabu, 08 Agustus 2012

Situs Teluk Kijing dan Situs-Situs Diluar Kota Palembang


Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari", bagian 15. Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang Situs Teluk Kijing dan situs lainnya yang ada diluar Kota Palembang.  Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas


Selasa, 31 Juli 2012

Situs Talang Tuo (Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari part 14)


Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari". Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang Situs Talang Tuo. Di situs ini terdapat prasasti Talang Tuo yang berisikan tentang pembangunan taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang.  Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas




Senin, 30 Juli 2012

Kambang Unglen (Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari part 13)


Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari". Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang Kambang Unglen. dilokasi ini ditemukan berbagai manik-manik yang terbuat dari kaca. Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas



Kamis, 26 Juli 2012

Candi Angsoka (Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari part 12)


Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari". Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang Candi Angsoka. Bangunan candi ini diduga merupakan reruntuhan bangunan agama hindu. hal ini diindikasikan dengan terdapatnya simbol yoni.  Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas



Rabu, 25 Juli 2012

HUT Purbakala ke 99 di Jambi


Dalam rangka memeriahkan peringatan hari ulang tahun purbakala yang ke 99. keluarga besar BP3 Jambi /BPCB Jambi  mengadakan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan hari ulang tahun purbakala. Serangkain kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun purbakala ditahun 2012 ini. Kegiatan peringatan HUT PURBAKALA 99 ini diawali dengan pertandingan Futsal yang diikuti oleh 4 tim yaitu; Teknis, Rumah Tangga, Taman dan Muarajambi. Pada hari kedua dilaksanakan pertandingan Badminton dan Tenis Meja. Pada hari puncak, tanggal 14 juni 2012 dimeriahkan dengan sejumlah acara, dimulai dari lomba karaoke, lomba bakiak, lomba balap karung, lomba makan kerupuk. Puncak dari kegiatan ini ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bapak Winston Sam Dauglas Mambo kepala BPCB JAMBI. Di luar rangkaian acara perlombaan, juga dilaksanakan kegiatan penanaman pohon di Kawasan Percandian Muarajambi. berikut  ini merupakan video dokumentasi peringatan HUT PURBAKALA 99 di BPCB Jambi. selamat menyaksikan.








































Selasa, 24 Juli 2012

Situs Sarangwati (Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari part 11)



Video Dokumenter ini merupakan bagian dari Video Dokumenter yang berjudul "Sriwijaya Kebangkitan Negeri Bahari". Dalam dokumenter ini ditampilkan informasi tentang Situs Sarangwati. Si Situs Ini setelah dilakukan ekskavasi banyak ditemukan stupika-stupika.  Anda ingin mengetahuinya, silahkan saksikan melalui dokumenter ini.
Video dokumenter ini merupakan produksi Balai Arkeologi Palembang berkerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan - Dinas Pendidikan Nasional (2007)
Kerabat Kerja:
Naskah : Bambang Budi Utomo, Skenario : Nurhadi Rangkuti, Narator ; Indah Ardina (Rasialima FM Jogja), Editing : Sugeng Riyanto (ecovisi), english subtitle : Novida Abbas


Senin, 23 Juli 2012

Survey Kapal Tenggelam Indomarine


an Underwater Archaeology Survey of the Belitung Water in 2011. The Indomarine sank in 1999 on 17 depth. The wreck is not Cultural Heritage but the location has very high Potential for tourism destination in Belitung. Located at the Tanjung Kelayang Beach that has been well known by many tourist. If you go to there you can see white beach, some small islands, and the Lighthouse that built in 1882 in Lengkuas Island


Jumat, 20 Juli 2012

The Belitung Shipwreck After Salvaged part 2



In 2010, the Office for Cultural Heritage Preservation of Jambi conducted the first underwater archaeological survey at Belitung Shipwreck site in order to find out the conditions of the site after the salvaging operation. The result shows that the site is extremely ravaged, with unidentified ceramic fragments spread out in a radius of ± 20 square meters (m²). It seems clear that the ceramic fragments have been removed then thrown back into the sea because considered non-commercial. Meanwhile, the structure of the actual shipwreck was not found. It was only a big hole with 6 m wide and 15 m long, which seems to be where the ship may have settled.



Kamis, 19 Juli 2012

The Belitung Shipwreck After Salvaged Part 1



The Belitung Shipwreck Site, located at 17 meters (m) depth in Belitung waters, Indonesia, is a shipwreck site containing Tang Dynasty (AD 618-906) cargo that was lifted by private salvage companies, Limited Corporation/Perusahaan Terbatas (PT). Sulung Segara Jaya and Seabed Exploration Company in 1998. The salvaging process was done without involving Indonesian State archaeologists. The shipwreck is an Arab or Indian vessel that includes 60,000 artifacts from the Tang Dynasty. In 2005, the artifacts sold to Singapore Sentosa Leisure Group. 
The Belitung wreck is the first archaeological evidence for direct trade between the western Indian Ocean and China. A remarkable portion of the ship's hull survived. The hull planks were stitched together, with no sign of wooden dowels or iron fastening. The keel is 15.3 m long, a keelson, stringers, ceiling planks, and thwart beams still in place. The majority of the surviving cargo consisted of ceramics from the Changsha kilns of China. Primarily bowls and ewers, but also a smattering of figurines and jarlets. Other significant finds from the wreck include white-ware from from the famous Ding Kilns, and Yue wares from Zhejiang Province, several rare pieces of high-fired blue and white, lead ballasts, some pieces of resin which would come from Sumatra, pillow-shaped silver ingots, and a number of gold vessels.